Masalah Menyusui Bagi Ibu

Berkali-kali, para ibu didorong untuk menyusui anak-anak mereka yang masih kecil hanya karena banyaknya manfaat yang diberikan bagi masing-masing anak. Ada keuntungan fisik, emosional dan ekonomi di dalamnya. Namun, beberapa masalah memang terjadi dengannya, dan beberapa di antaranya adalah sumber ASI yang sedikit, puting yang sakit, pembengkakan dan kurangnya dukungan.

Persediaan Susu Sangat Rendah

Beberapa ibu hamil khawatir karena tidak mendapatkan cukup susu untuk memberi makan balita mereka, dan segera setelah bayi tersebut lahir, dalam beberapa kasus, beberapa ibu memang mengalami penurunan pasokan susu. Ketika hal ini terjadi, metode balita hadir sebagai pengganti, atau penunjang, untuk menjamin anak memperoleh susu yang cukup untuk dikonsumsi. Namun, dalam banyak kasus, sumber susu yang sedikit dapat diatasi.

Semakin banyak bayi diposisikan pada payudara dengan benar, semakin banyak pula sirkulasi ASI. Oleh karena itu, memastikan sepenuhnya bahwa bayi baru lahir “melekat” dengan benar merupakan langkah yang baik untuk dipertimbangkan. Mulut bayi harus seluruhnya mencakup puting dan areola.

Di rumah sakit dan klinik kesehatan, seseorang dapat menemukan ahli laktasi yang dapat membantu mereka dalam menyusui.

Selain itu, pengendalian awal, masalah tiroid yang berkurang atau signifikan, dan suplemen kesehatan juga dapat menambah rendahnya pasokan susu.

Puting Sakit

Puting sakit adalah salah satu keluhan terbesar yang dialami ibu saat menyusui, dan hal ini mungkin disebabkan oleh pelekatan yang buruk. Jika hal ini diatasi, tantangan ini harus dihilangkan. Namun, beberapa petroleum jelly dapat membantu menyembuhkannya.

Pembengkakan

Pembengkakan terjadi ketika payudara penuh dengan ASI dan sampai pada titik yang tersisa. Hal ini bahkan bisa menyebabkan ibu mengalami demam. Di satu sisi, persediaan ASI lebih sedikit, dan di sisi lain, ASI bisa jadi lebih banyak daripada yang bisa ditampung oleh payudara. Memberi makan balita secara teratur, dan memastikan bahwa kedua payudara terkuras setiap kali menyusui adalah hal yang bermanfaat.

Kurangnya Bantuan

Bantuan biasanya merupakan sekutu yang sangat efektif terlepas dari apa yang dilakukan seseorang, dan situasi ini tidak terkecuali. Para ibu perlu mendapat bimbingan dari orang-orang terdekatnya, yaitu desanya, jika ada yang mau, namun sering kali, dan tidak sering dengan sengaja, desanya tidak membantu keinginannya untuk menyusui bayinya. Misalnya, pasangan mereka berada dalam pengaturan yang komprehensif dengan balita yang tetap diberi ASI, namun, meskipun di depan umum, pasangan mereka, mengingatkan mereka untuk tidak melakukannya di masyarakat.

Selain itu, ketika para ibu mengungkapkan komplikasi yang mereka alami dalam menyusui, mereka seolah-olah sedang mencari alasan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Di sisi lain, dari waktu ke waktu, bertanya kepada warga desa, terutama masyarakat yang pernah menyusui bayinya, bagaimana cara mereka menangani masalah ini mungkin bisa membuat mereka menjadi pendukung.